Material pahat mesin bubut

3 comments
Material pahat mesin bubut adalah suatu alat penyayat yang digunakan untuk memotong/menyayat benda kerja,

Sifat-sifat bahan dasar pahat bubut:

  • Keras: agar material pahat dapat memotong workpiece/benda kerja 
  • Ulet: agar pahat tidak mudah patah
  • Tahan aus: agar dalam memotong workpiece/benda kerja mempunyai ketahanan untuk mempertahankan geometri pahat.
  • Tahan panas: agar dalam melakukan pemotongan benda kerja, pahat mampu bertahan [ada suhu tinggi dan tidak mengalami perubahan bentuk.
Umur pakai pahat(Tool Life) bergantung pada beberapa kondisi berikut, yaitu:
Read More

Produk yang dihasilkan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk

Leave a Comment
Halo sobat teknik. Pada tau  PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk kan? Ya perusahaan ini bergerak dibidang semen. Berikut kita akan ngebahas nih produk yang dihasilkan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk tersebut. Cmiwww

A. Semen Portland

Semen OPC PT Indocement Tunggal Prakasa Tbl
Semen OPC

Semen Portland adalah Hidraulic binder (material yang mempunyai sifat-sifat adhesive dan cohesive) yang dihasilkan dengan cara menghaluskan tanah semen (clinker) yang terutama terdiri dari silikat-silikat kalsium hydrat yang bersifat hidraulis dan digiling bersama-sama bahan tambahan. Clinker adalah penamaan untuk gabungan komponen produk semen yang belum diberikan tambahan bahan lain untuk memperbaiki sifat dari semen. Beberapa tipe semen Portland yang dihasilkan PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk yaitu :
1. Tipe I (Ordinary Portland Cement)
Semen OPC Ordinary Portland Cement adalah semen Portland yang dipakai untuk segala macam konstruksi apabila tidak diperlukan sifat -sifat khusus, misalnya ketahanan terhadap sulfat, panas hidrasi, dan sebagainya.Ordinary Portland Cement mengandung C3S 56,54 %; C2S 16,84 %; C3A 8,18 %; dan C4AF 9,64%.  
Komposisi Limit Semen Tipe I

Oksida
Komposisi (% berat)
Oksida
Komposisi (%berat)
CaO
SiO2
Al2O3
Fe2O3
64,39
20,75
5,11
3,17
MgO
CaO bebas
Alkali total
maks 6
0,79
0,39

2. Tipe II (Moderat Heat Portland Cement) Moderat Heat Portland Cement adalah semen Portland yang digunakan untuk konstruksi yang memerlukan ketahanan terhadap sulfat dan panas hidrasi sedang, biasanya digunakan untuk daerah pelabuhan dan bangunan sekitar pantai, batasan kandungan sulfat yang direkomendasi (sebagai SO3) adalah 0,8 – 0,17 ppm unit ground water, 125 ppm unit tanah. Moderat Heat Portland Cement mengandung C3S 53,6 %; C2S 22,35 %; dan C3A 3,35%.

Oksida
Komposisi (% berat)
Oksida
Komposisi (% berat)
CaO
SiO2
Al2O3
Fe2O3
63,41
min 20
maks 6
maks 6
MgO
SO3
CaO bebas
Alkali Total
maks 6
maks 3
0,49
maks 0,6

3. Tipe IV (Low Heat Portland Cement) Low Heat Portland Cement adalah semen yang digunakan untuk bangunan dengan panas hidrasi rendah misalnya pada bangunan beton besar dan tebal, baik sekali untuk mencegah keretakan. Semen tipe IV ini mempunyai kandungan C3S dan C3A lebih rendah, tetapi bila (C2S) lebih banyak dibanding OPC. Sehingga beton yang dibuat dari semen ini mempunyai sifat:
 Panas hidrasi rendah (cocok untuk concrete construction)
 Kuat tekan awal rendah
 Tahan terhadap serangan sulfat Low Heat Portland Cement mengandung C3S 35%; C2S 40%; dan C3A 7%.  

Komposisi Limit Semen Tipe IV
Oksida
Komposisi (% berat)
Oksida
Komposisi (% berat)
CaO
SiO2
Al2O3
60 – 67
17 – 25
3 – 8
Fe2O3
MgO
SO3
6,5
6
2,3

 4. Tipe V (Sulfate Resistance Portland Cement) Sulfate Resistance Portland Cement adalah semen portland yang mempunyai kekuatan yang tinggi terhadap sulfat dan memiliki kandungan C3A lebih rendah bila dibandingkan tipe - tipe lain, sering digunakan untuk bangunan di daerah dengan kadar sulfat (sebagai SO3) tinggi yaitu: Ground water: 0,17 – 1,67 ppm, tanah : 125 – 1250 ppm. Sulfat Resistance Portland Cement mempunyai kandungan C3A 5%; C3S 59,42 %; C2S 16,87 %; dan C4AF 12,7 %.
Komposisi Limit Semen Tipe V
Oksida
Komposisi
(% berat)
Oksida
Komposisi
(% berat)
CaO
SiO2Al2 O3
60 – 67
17 – 25
3 – 8
Fe2O3
MgO
SO3
0,5 – 6
6
2,3

B. Semen Putih (White Cement) 

Semen Putih PT Indocement Tunggal Prakarsa
White Cement
 Semen putih adalah semen yang dibuat dengan bahan baku batu kapur yang mengandung oksida besi dan oksida magnesia yang sangat rendah (kurang dari 1%). Semen putih digunakan untuk tujuan dekoratif, bukan konstruktif, olahan traso, bangunan arsitektur dan dekorasi. Kandungan semen putih: C3A 11,47 %; C3S 56,41 %; dan C2S 21,88 %.
                                                                Komposisi Limit Semen Putih

Oksida
Komposisi
(% berat)
Oksida
Komposisi
(% berat)
CaO
SiO2
Al2O3
65,8
24,2
4,2
Fe2O3
MgO
Mn2O3
0,39
1,1
0,02

C. Semen Sumur Minyak (Oil Well Cement) 

OWC semen sumur minyak
Oil Well Cement
 OWC Semen Sumur Minyak adalah semen Portland yang dicampur dengan gypsum sebagai bahan retarder. Fungsi retarder disini adalah untuk mengurangi kecepatan pengerasan semen, sehingga adukan dapat dipompakan ke dalam sumur minyak atau gas. Semen Sumur Minyak digunakan antara lain untuk melindungi ruangan antara rangka sumur minyak dengan karang atau tanah di sekelilingnya, sebagai pelindung rangka sumur minyak dari pengaruh air yang korosif, untuk menyangga rangka sumur minyak sehingga mengurangi tegangan dalam pipa baja, menyumbat aliran air yang akan masuk ke dalam sumur minyak. Semen Sumur Minyak mempunyai 48 – 65 % C3S ; 3 % C3A ; dan 24% C4AF + 2C3A. Menurut Rudi Pringadi, 1995, komposisi limit semen sumur minyak dapat dilihat pada tabel 1.7.              
                                                 Komposisi Limit Semen Sumur Minyak
Oksida
Komposisi
(% berat)
Oksida
Komposisi
(% berat)
CaO
SiO2
Al2O3
Fe2O3
60 – 67
17 – 25
3 – 8
0,5 – 6
MgO
SO3
Na2O (alkali)
6
3
0,75

Semen PCC
PPC

D. Portland Composite Cement (PCC) 

PCC dibuat untuk penggunaan umum seperti rumah, bangunan tinggi, jembatan, jalan beton, beton pre-cast dan beton pre-stress. PCC mempunyai kekuatan yang sama dengan Portland Cement Tipe I. Plant 3 memproduksi semen jenis ini .


e. Acian Putih TR30 

Semen Mortoar Acian Putih TR30
Acizn Putih TR 30
Komposisi Acian Putih TR30 antara lain Semen Putih ”Tiga Roda”, kapur (Kalsium Karbonat) dan bahan aditif khusus lainnya. Keuntungan menggunakan Acian TR30 antara lain, permukaan acian lebih halus, mengurangi retak dan terkelupasnya permukaan, karena mempunyai sifat plastis dengan daya rekat tinggi, cepat dan mudah dalam pengerjaan, hemat karena acian lebih tipis, serta dapat digunakan pada permukaan beton dengan menambahkan lem putih.


F. Ready-Mix Concrete 

(diproduksi anak perusahaan) Beton Siap-Pakai diproduksi dengan mencampur OPC dengan bahan campuran yang tepat (pasir dan batu) serta air dan kemudian dikirimkan ke tempat pelanggan menggunakan truk semen untuk dicurahkan. Sebagai nilai tambah produk, Beton Siap-Pakai mendatangkan keuntungan yang lebih tinggi dari produk semen lainnya. Mayoritas yang signifikan dari Beton Siap-Pakai Indocement adalah dijual di daerah Jakarta dimana industri pembangunannya sangat baik.

G. Agregat 

(diproduksi anak perusahaan) Tambang aggregates (batu andesit) di Rumpin dan Purwakarta, Jawa Barat dengan total cadangan 130 juta ton andesit, melalui anak perusahaan Indocement akan memperkuat posisi Indocement sebagai pemasok bahan bangunan.


Oke berikut penjelasan tentang Produk yang dihasilkan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk semoga wawasan mu terbuka setelah membaca post ini :) untuk gambaran umum proses pembuatan semen bisa diliat disini Terima kasih telah membaca:)
Read More

Gambaran umum proses pembuatan semen

1 comment
Halo sobat teknik kali ini kita mau ngebahas tentang Gambaran umum proses pembuatan semen
Garis Besar Deskripsi Proses Secara umum, proses pembuatan semen di pabrik semen. terdiri atas :

1. Tahap Penyediaan Bahan Baku 

 Penyediaan bahan baku adalah aktivitas yang dilakukan dari penambangan (Quarry), pemecahan (crushing), dan transportasi hingga bahan baku berada di storage pabrik. Bahan baku industri semen adalah batu kapur (lime stone), tanah liat (clay), pasir besi (iron sand), dan pasir silika (silica sand). Biasanya pada penumpukan bahan baku kedalam storage juga dilakukan pengaturan pencampuran awal (preblending) bahan baku sejenis agar kualitasnya tersebut lebih seragam.

2. Tahap Pengolahan Bahan Baku 

Pada tahap pengolahan bahan baku, terjadi bebrerapa proses yaitu: a. Pencampuran sesama bahan baku sesuai dengan perbandingannya.
Read More

Penjelasan semen dan klasifikasinya

Leave a Comment
Halo sobat teknik kali ini kita mau ngebahas tentang Semen dan Klasifikasinya nih. Mari disimak bersama-sama :)

A.     Pengertian dan Sejarah Semen

Kata semen berasal dari bahasa latin “cementum” yang berarti bahan pengikat. Pengertian yang lebih luas adalah material plastis yang dapat memberikan sifat perekat dantara batu-batuan dalam konstruksi bangunan. Semen sudah dikeal sejak jaman dahulu dengan ditemukannya semacam batuan alam yang dapat dikalsinasi menghasilkan suatu produk yang mengeras dengan penambahan air. Bangsa Mesir misalnya, sudah menggunakan menggunakan bahan semacam semen untuk konstruksi bangunan piramidnya. Sedangkan  bangsa  Yunani  dan  Romawi  menggunakan  abu  vulkanik  yang dicampur dengan kapur untuk dijadikan semen.

Abad 18 dan 19 para ahli fisika dan kimia membuat semen yang bermutu lebih baik. Tahun 1824 seorang tukang batu Inggris bernama Joseph Aspidin, berhasil membuat semen
Read More

Pupuk SP-36, Pupuk NPK dan Pupuk ZK

Leave a Comment
SP-36 merupakan pupuk yang dibuat dengan campuran asam sulfat dan asam fosfat (mix acid) dengan batuan phospat (Kent,2007). Pupuk SP-36 bertujuan untuk memacu pertumbuhan akar, memacu pertumbuhan bunga, mempercepat panen dan mempercepat terbentuknya bunga menjadi buah (www.petrokimia-gresik.com). Hartatik dan Idris (2008) telah meneliti kelarutan pupuk fosfat dalam tanah gambut dengan bahan tambahan amelioran tanah mineral. Hasil yang didapat yaitu pupuk buatan SP-36 lebih larut daripada batuan pospat alami sehingga pupuk SP-36 dapat digunakan pada keadaan tanah gambut. Alamsjah dkk (2009) juga telah meneliti mengenai pengaruh kombinasi pupuk TSP dan NPK terhadap pertumbuhan, kadar air dan klorofil rumput laut Gracilaria verrucosa. Pada pemberian TSP:NPK 50%:50% pertumbuhan rumput laut menunjukkan hasil yang paling baik.
Proses yang digunakan adalah Tennessee Valley Authority (TVA). Prinsipnya adalah mengubah tricalcium phosphate menjadi garam yang mudah larut dalam air (mono calcium phosphate). Secara garis besar metode pembuatan pupuk SP-36 adalah mencampur asam sulfat dengan asam phospat dengan perbandingan 30 : 70 (mix acid) lalu melarutkan batuan phospat yang sebelumnya telah di treatment ke dalam larutan mix acid tersebut di dalam sebuah cone mixer tank.
Campuran tersebut akan membentuk slurry panas yang akan dialirkan ke dalam suatu belt conveyor, di dalam perjalan di atas belt conveyor tersebut slurry akan memadat dan akan membentuk padatan yang disebut ROP. Pada dasarnya tahapan menjadi ROP inilah yang dijadikan parameter utama bahwa komposisi pembuatan pupuk sudah benar.
Setelah terbentuk ROP yang berbentuk bongkahan, maka treatment selanjutnya adalah penyeragaman ukuran butiran ROP tersebut dilanjutkan dengan pengantongan. Dari sekian banyak peralatan yang digunakan, maka untuk menunjang serta mendukung penyelesaian tugas khusus hanya ditinjau satu alat yaitu belt conveyor yang disasumsikan sebagai PFR.
Drag conveyor adalah salah satu alat yang mempunyai peran penting dalam pembuatan pupuk SP – 36 setelah cone mixer tank. Cone mixer tank berfungsi untuk mencampurkan mix acid dengan batuan fosfat sehingga membentuk larutan slurry. Pencampuran berlangsung sangat cepat ( < 2 detik ). Slurry keluar cone mixer dialirkan ke gudang R.O.P dengan menggunakan drag conveyor yang juga berfungsi sebagai reaktor. Reaksi yang terjadi di drag conveyor adalah :
Ca10(PO4)6F2(s) + 7H2SO4(aq)à 3Ca(H2PO4)2(s) + 7CaSO4(s) + 2HF(g)  (II.1)   
Ca10(PO4)6F2(s) + 14H3PO4(aq) à 10Ca(H2PO4)2(s) + 2HF(g)                            (II.2)
Slurry yang dihasilkan dari pencampuran mix acid dan batuan pospat akan langsung memadat ketika berada di drag conveyor.
            Proses pembuatan pupuk SP-36 digambarkan pada Gambar 1.
Proses Produksi Pupuk SP-36
Proses Produksi Pupuk SP-36

Gambar 1. PFD Pupuk SP-36
           


II.2 Pupuk NPK
            Pupuk NPK merupakan jenis pupuk majemuk. Definisi dari pupuk majemuk ialah pupuk dengan kandungan mineral lebih dari satu (Kent,2007). Pupuk NPK bermanfaat untuk memperbesar ukuran buah, menjadikan batang lebih tegak, memacu pertumbuhan akar, dan memperlancar pembentukan pati (www.petrokimia-gresik.com). Solis dkk (2013) telah meneliti respon dari kandungan NPK pada tumbuhan Camelina di Chile. Hasil dari penelitian tersebut mengindikasikan bahwa kebutuhan unsur nitrogen untuk pertumbuhan Camelina lebih dominan daripada kebutuhan P dan K.
Pabrik di PT.Petrokimia Gresik memproduksi 2 jenis pupuk NPK, yaitu NPK Phonska dan NPK Kebomas. Perbedaan ini hanya ditinjau dari segi subsidi dan nonsubsidi. NPK Phonska merupakan pupuk bersubsidi dan NPK Kebomas merupakan pupuk nonsubsidi. Kandungan NPK Phonska yaitu  15:15:15, dan untuk NPK Kebomas dapat menyesuaikan permintaan konsumen, seperti NPK plus Mg, NPK plus Zn, atau bahkan NPS.

Read More

Pengetahuan Dasar Polipropilena dan klasifikasi berdasarkan monomer penyusunnya

1 comment
Haloo sobat teknik. Kita mau membahas bahasan baru ,yaitu: Polipropilena. Apa itu polipropilena? Polipropilena(PP) adalah polimer dengan penggunaan terbesar ketiga didunia setelah PE dan PVC. Polimer PP ini memiliki keseimbangan sifat yang baik sehingga dapat kita temui di berbagai aplikasi, mulai dari kemasan makanan, perlengkapan rumah tangga, part otomotif, hingga peralatan elektronik. Dan berikut ini kami sajikan Pengetahuan Dasar Polipropilena dan klasifikasi berdasarkan monomer penyusunnya

Berdasarkan ilmu kimia, Polipropilena adalah suatu makromolekul Thermoplastic (dapat dilelehkan) rantai jenuh(tidak memiliki ikatan rangkap) yang terdiri dari gugus yang berulang.

gugus polipropilena
Secara umum, Polipropilena memiliki sifat mekanis yang baik dengan massa jenis yang rendah, ketahanan panas dan kelembaban, serta memiliki kestabilan dimensi yang baik.

Berdasarkan monomer penyusunnya, Polipropilena dapat dibedakan menjadi:

PP Homopolymer

yaitu Polipropilena yang disusun hanya oleh monomer polipropilena. Sifat utama dari jenis PP ini adalah kelakuannya, yang bahkan juga dimiliki pada temperatur tinggi, sehingga jenis PP ini memiliki temperatur transisi gelas 0'C, sehingga PP jenis ini bersifat getas dan temperatur rendah Pada sifat optis, jenis PP ini memiliki tingkat kebeningan sedang (translucent)

PP Random Copolymer

yaitu PP yang disusun oleh monomer propilena dan etena yang terusun acak dalam rantai PP. Random Copolymer dikenali terutama dari kebeningannya dan kelenturannya yang tinggi. Namun kekuatan dan kekerasannya kurang jika dibandingkan oleh PP homopolymer.

PP Impact Copolymer (ICP)

yaitu PP yang disusun oleh monomer propilena dan etilena yang terusun dalam 2 blok fasa, yaitu PP Homopolymer dan ethylene-propylene-rubber (EPR)
EPR menawarkan variasi sifat yang besar namun terutama dapat dikenali dari sifatnya yang memiliki ketahanan pembebanan kejut yang sangat baik. Termasuk pada temperatur rendah (memiliki temperatur transisi gelas -30'C) dan berwarna putih susu doff, berbeda dengan PP Homopolymer dan juga PP Random Copolymer.


Tabel Perbedaan ketiga jenis PP

Homopolymer
Random Copolymer
Impact Copolymer
Temperatur leleh
160-170 ‘C
135-140 ‘C
160-170’C
Temperatur transisi gelas
0’C
-10 ‘C
-30’C
Ketahanan benturan
-
+
+++
Kekakuan
++++
++
+++
Flexibilitas
-
++
+
Transparansi
+
++
-
Sifat unggulan
Kekakuan dan kemengkilapan tinggi
Kejernihan dan keuletan tinggi
Keseimbangan antara kekauan dan ketahanan impact

Read More

Klasifikasi Polimer berdasarkan Struktur dan Perilaku molekulnya

Leave a Comment
Halo sobat teknik. Sebelumnya kita telah membahas Perbedaan Polimer amorf dan kristalin Polimer tersebut berbeda berdasarkan rapat dan renggangnya susunan rantai Polimer. Nah post kali ini akan membahas apa saja Klasifikasi Polimer berdasarkan Struktur dan Perilaku molekulnya beserta contohnya. Berikut Klasifikasi Polimer berdasarkan Struktur dan Perilaku molekulnya:


1. ThermoPlastic

Thermoplastic adalah polimer yang umumnya memiliki ramtai yang lurus atau
Read More
Previous PostOlder Posts Home
Unone Indonesia. Powered by Blogger.